pingintau.com

Untitled Document

 

WhatsApp Fast Respon

 

Klik WhatsApp
Via Android

 

whatsapp

 

Alamat Workshop

 

Kavling DKI
Jl Purwa Raya II No. 7
Cipedak Jagakarsa
Jakarta Selatan

 

 

 

Seluruh Transaksi Menggunakan

REKENING BERSAMA



 

PAKET HOTSPOT SIAP
PAKAI, SUDAH TERAKIT & TERKONFIGURASI TERJANGKAU

 

PAKET BILLING

BILLING HOTSPOT 1
BILLING HOTSPOT 2

 

PAKET SEKOLAH

HOTSPOT SEKOLAH V1
HOTSPOT SEKOLAH V2
HOTSPOT SEKOLAH V3

 

PAKET KANTOR

HOTSPOT KANTOR V1
HOTSPOT KANTOR V2
HOTSPOT KANTOR V3

 

PAKET RT RW NET

HOTSPOT RT/RW NET V1

HOTSPOT RT/RW NET V2

HOTSPOT RT/RW NET V3

HOTSPOT RT/RW NET V4

HOTSPOT RT/RW NET V5

HOTSPOT RT/RW NET V6

 

PAKET UNGGULAN

HOTSPOT RT/RW NET V4a

 

 

Microteaching

Micro teaching adalah suatu kegiatan latihan belajar-mengajar dalam situasi laboratoris dengan tujuan menghasilkan tenaga pendidik yang efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran sesuai dengan kaidah yang berlaku dalam pendidikan.

More details


Rp. 0,00



Metode Pengajaran Baru
PENARAPAN MIKRO TEACHING (PENGAJARAN MIKRO)

Dengan Memanfaatkan Laboratorium Teknologi Informasi



Micro teaching adalah suatu tindakan atau kegiatan latihan belajar-mengajar dalam situasi laboratoris dengan tujuan menghasilkan Guru (tenaga pendidik) yang efektif yang berhasil membawa peserta didik mencapai tujuan pembelajaran sesuai dengan kaidah yang berlaku dalam pendidikan.

Keberhasilan pembelajaran yang efektif memuat dua tolok ukur yakni tercapainya tujuan dan hasil pembelajaran. Untuk mencapai tingkat efektifitas pembelajaran, Tenaga Pendidik harus menguasai berbagai ketrampilan dasar pembelajaran yang meliputi ketrampilan membuka dan menutup proses pembelajaran, ketrampilan menjelaskan, ketrampilan bertanya, ketrampilan menggunakan variasi, ketrampilan memberi penguatan, ketrampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan, ketrampilan mengelola kelas dan ketrampilan membimbing diskusi kecil.

Bagi supervisor calon Tenaga Pendidik, metode ini akan memberikan penyegaran dalam program pendidikan. Tenaga Pendidik mendapatkan pengalaman mengajar pada calon Tenaga Pendidik yang bersifat individual demi perkembangan profesi Ketrampilan dasar mengajar.

 

 

Maksud dan tujuan micro teaching



Maksud yaitu meningkatkan performance yang menyangkut keterampilan dalam mengajar atau latihan mengelola interaksi belajar mengajar dalam membekali calon guru sebelum sungguh-sungguh terjun ke sekolah tempat latihan praktek kependidikan untuk praktek.

Untuk dapat menguasai berbagai ketrampilan dasar pengajaran dan pembelajaran tersebut maka Tenaga Pendidik perlu berlatih satu demi satu ketrampilan tersebut agar mendalami makna dan strategi penggu-naannya

Ketrampilan dasar mengajar dapat diperoleh melalui pembelajaran mikro atau micro teaching. Oleh karena itu pembelajaran mikro  sangat diperlukan dalam bentuk peer teaching dengan harapan agar para Tenaga Pendidik dapat sekaligus menjadi observer temannya sesama Tenaga Pendidik, dengan harapan masing-masing Tenaga Pendidik dapat saling memberikan koreksi dan masukan untuk memperbaiki kekurangan penguasaan ketrampilan dasar dalam mengajar.

Pengajaran mikro telah dipraktikkan secara meluas dalam  latihan keguruan di seluruh dunia sejak diperkenalkan di Stanford University oleh Dwight W. Allen, Robert Bush dan Kim Romney pada tahun 1950-an. Untuk dapat memahami micro teaching atau pembelajaran mikro bagi calon Tenaga Pendidik, dikemukakan beberapa asumsi dasar yaitu:

  1. Pada umumnya guru tidak dilahirkan tetapi dibentuk terlebih dahulu.
  2. Keberhasilan seseorang menguasai hal-hal yang lebih kompleks ditentukan oleh keberhasilannya menguasai hal-hal yang lebih sederhana sifatnya. Dengan terlebih dahulu menguasai berbagai ketrampilan dasar mengajar, maka akan dapat dilaksanakan kegiatan mengajar secara keseluruhan yang bersifat kompleks.
  3. Dengan menyederhanakan situasi latihan maka perhatian dapat dilakukan sepenuhnya kepada pembinaan ketrampilan tertentu yang merupakan komponen kegiatan mengajar.
  4. Dalam latihan-latihan yang sangat terbatas, calon guru lebih mudah mengontrol tingkah lakunya jika dibandingkan dengan mengajar secara global yang bersifat kompleks.
  5. Dengan penyederhanaan situasi latihan, diharapkan akan memudahkan observasi yang lebih sistematis, obyektif serta pencatatan yang lebih teliti. Hasil dari observasi ini diharapkan dapat digunakan sebagi balikan calon guru tentang kekurangan yang dilakukan dan segera diketahui yang selanjutnya akan diperbaiki pada kesempatan latihan berikutnya.

Merujuk pada beberapa asumsi dasar pengajaran mikro dapat dikemukakan beberapa pengertian pengajaran mikro sebagai berikut:

  1. Pengajaran mikro dirumuskan sebagai pengajaran dalam skala kecil atau mikro yang dirancang untuk mengembangkan ketrampilan baru dan memperbaiki ketrampilan yang lama.
  2. Pengajaran mikro adalah meto-de latihan yang dirancang sedemikian rupa dengan jalan mengisolasi bagian-bagian komponen dari proses pengajaran sehingga calon Tenaga Pendidik dapat menguasai ketrampilan satu per satu dalam situasi mengajar yang disederhanakan.
  3. Micro teaching is effective method of learning to teach, oleh sebab itu micro teaching sama dengan teaching to teach dan atau learning to teach.
  4. Mengikut Micheel J Wallace pengajaran mikro merupakan pengajaran yang disederhana-kan. Situasi pengajaran telah dikurangi lingkupnya, tugas guru dipermudah, mata pelajaran dipendekkan dan jumlah peserta didik dikecilkan.

Berpijak pada asumsi dasar dan pengertian pengajaran mikro tersebut, maka dapat disampaikan beberapa ciri pengajaran mikro:

  1. Mikro dalam pengajaran mikro berarti pada skala kecil. Skala kecil berkaitan dengan ruang lingkup materi pelajaran, waktu, siswanya dan ketrampilannya.
  2. Mikro dalam pengajaran dimak-nai sebagai bagian dari ketram-pilan mengajar yang kompleks akan dipelajari lebih mendalam dan teliti bagian demi bagian.
  3. Pengajaran mikro adalah pengajaran yang sebenarnya. Calon Tenaga Pendidik harus membuat persiapan pembelajaran, rencana pem-belajaran, melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat, mengelola kelas dan menyiapkan perangkat pembelajaran lainnya yang dapat mendukung proses belajar dan mengajar (PBM).
  4. Pengajaran mikro pada hakekatnya adalah belajar yang sebenarnya. Ditinjau dari praktikan, calon Tenaga Pendidik akan belajar bagaimana melakukan pembelajaran sedangkan teman yang jadi siswa akan dapat merasakan bagaimana gaya mengajar temannya dirasakan tepat dan tidaknya strategi pembelajaran yang dibuat.
  5. Pengajaran mikro bukanlah simulasi. Dalam situasi menga-jar teman sejawat, mereka tidak diperlakukan sebagaimana siswa didik akan tetapi mereka tetap menjadi teman yang sebenarnya dengan kedudukan sebagai siswa. Hal ini untuk menghindari perilaku teman sejawat yang dibuat-buat yang mengakibatkan tidak terkondisikan proses pembelajaran antar teman sejawat.
  6. Pengajaran diharapkan dapat direkam sehingga hasil rekaman tersebut dapat dijadikan bahan diskusi antar teman untuk dikoreksi dan diberikan masukan guna perbaikan atas kekurangan praktikan Tenaga Pendidik.
  7. Pengajaran mikro bertujuan membekali Tenaga Pendidik beberapa ketrampilan dasar mengajar dan pembelajaran. Bagi calon Tenaga Pendidik metode ini akan memberi pengalaman mengajar yang nyata dan latihan sejumlah ketrampilan dasar mengajar secara terpisah. Sedangkan bagi calon Tenaga Pendidik dapat mengembangkan ketrampilan dasar mengajarnya sebelum mereka melaksanakan tugas sebagai Tenaga Pendidik. Memberikan kemungkinan calon Tenaga Pendidik untuk mendapatkan bermacam ketrampilan dasar mengajar serta memahami kapan dan bagaimana menerapkan dalam program pembelajaran.


Ciri-ciri pokok Micro Teaching :

  1. Jumlah subyek belajar sedikit sekitar 5-10 orang
  2. Waktu mengajar terbatas sekitar 10 menit
  3. Komponen mengajar yang dikembangkan terbatas
  4. Sekadar real teaching

Perbedaan micro teaching dan teaching

Micro teaching :

  1. Dilaksanakan dalam kelas laboratorium
  2. Sekadar real teaching
  3. Siswa 5 s/d 10 orang
  4. Waktu sekitar 10 menit
  5. Bahan terbatas
  6. Ketrampilan yang dilatihkan meliputi semua teaching skill dalam porsi yang terbatas dan terpisah-pisah.
  7. Dibutuhkan alat-alat laboratori agar dapat diperoleh suatu feedback yang obyektif.

Kami menyediakan Jasa Konsultasi dan Pengadaan Laboratorium & Monitoring penerapan pengajaran MikroTeacing berbasis teknologi informasi, yang mana telah kami implementasikan di Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka - Jakarta

 

Berikut daftar pekerjaan dalam pembangunan System Mikro Teaching.

1. Jasa Konsultasi
2. Design Ruang Kelas (kedap Suara), Dosen, & NOC
3. Pengadaan perangkat Hardware (Monitor, PC, Server, Camera IP, Perangkat VOIP, Mic, Sound System, dll)
4. Pekerjaan setup & Instalasi System Kamera & Monitoring
5. Pekerjaan setup & Instalasi System VOIP
6. Pekerjaan setup & Instalasi Storage Server
7. Pekerjaan setup & Instalasi Jaringan Local & Wireless
8. Pengadaan Aplikasi/Software Server system penilaian Mikroteaching
9. Training Staf admin

 

Demo: Aplikasi Mikro Teaching : http://pingintau.com/akademik2

untuk user & password dapat menghubungi kami

 

 

Regards

Billing Hotspot

 

CARA ORDER

 

 

PAKET HOTSPOT PRO

 

HOTSPOT PROFESSIONAL 1
HOTSPOT PROFESSIONAL 2
HOTSPOT PROFESSIONAL 3
* Termurah
HOTSPOT PROFESSIONAL 4
HOTSPOT PROFESSIONAL 5
Price & Performa
HOTSPOT PROFESSIONAL 6
* Termurah
HOTSPOT PROFESSIONAL 7
Price & Performa

HOTSPOT PROFESSIONAL 8
Price & Performa
HOTSPOT PROFESSIONAL 9
Low Price & Performa

 

POINT TO POINT 25KM

 

Download Manual Hotspot

 

Pemahaman Hotspot-1
Pemahaman Hotspot-2

 

Mini Super Proxy

Load Balancing

 

 

 

DATA CENTER
VPN ANTAR CABANG

VPN - TERMINAL REMOTE

VPN - AKUN DIAL

VPN METRO LAN

VPN SERVER - DIAL APP